Meningkatkan Kualitas Pendidikan Musik: Siswa Diuji Dosen ISI Yogyakarta

Siswa yang mengikuti ujian diiringi Instruktur

PEKALONGAN, omahmoesik.net – OM-IRS merupakan lembaga kursus musik yang berbasis pendidikan yang meningkatkan kualitas dan musikalitas siswanya, di mana setiap kenaikan tingkat (grade) diadakan ujian teori dan ujian praktek. Ujian Teori merupakan salah satu syarat kenaikan tingkat, yang dilaksanakan sebelum ujian praktek. Dalam ujian teori, siswa akan diuji mengenai pengetahuan dan pemahaman teori dasar dalam bermusik. Ujian Praktek merupakan salah satu syarat kenaikan tingkat, yang dilaksanakan sesudah ujian teori. Dalam ujian praktek, siswa akan diuji mengenai pengetahuan dan pemahaman sebagai pemain (player) dalam memainkan, mendengarkan dan merasakan musik dalam combo atau band.

Ujian merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi dan mengetahui perkembangan kemampuan siswa setelah sekian lama belajar. Melalui ujian, sistem atau metode yang digunakan dalam mengajar dapat dikaji kembali sehingga dimungkinkan seluruh siswa dapat menyerap materi yang diajarkan dengan baik atau bahkan lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.

Tujuan diadakan ujian adalah untuk mengetahui perkembangan kemampuan siswa, mengetahui kemampuan teori dan praktek dasar siswa, mengetahui kemampuan siswa sebagai pemain (player) dalam memainkan, mendengarkan dan merasakan musik dalam combo atau band serta mengevaluasi metode belajar mengajar.

Hal yang telah menjadi bagian yang sangat penting dalam meningkatan kualitas pendidikan musik untuk menguji pemahaman dan musikalitas siswa Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate (OM-IRS) mengenai materi yang diajarkan, OM-IRS mendatangkan penguji yang kredibel atau ternama baik dari akademisi maupun praktisi seperti Idang Rasjidi, Shadu Rasjidi dan Sastrani Titaranti. Pada Ujian ke-3 (tiga) Minggu, 23 Februari dan Minggu, 2 Maret 2014 ini, OM-IRS mendatangkan penguji dari akademisi bernama Drs. Josias T Adrian, M.Hum, beliau adalah dosen di Institut Seni Indonesia atau ISI Yogyakarta.

“Rata-rata sudah baik, hasilnya juga bagus. Saya juga melihat mental mereka sudah bagus, karena dalam ujian para anak didik diiringi langsung oleh instruktur yang juga menjadi guru mereka selama menjalani pendidikan disini,” ucap Yos berkomentar mengenai kemampuan anak didik Omah Moesik.

Menurutnya, memang masih ada beberapa kekurangan dari masing-masing peserta didik. Namun kekurangan tersebut dinilai masih dalam taraf wajar bagi pemula yang menghadapi ujian. “Kekurangan itu masih bisa diperbaiki dengan mengasah mental lagi. Kami bisa maklumi, mungkin mereka masih grogi dalam menghadapi ujian,” imbuhnya lagi.

Drs. Josias T. Adrian, M.Hum

Penguji tidak akan ragu untuk mengeluarkan keputusan nilai terhadap siswa yang diuji yang “memang pantas baik itu dinilai baik sedangkan yang memang pantas tidak baik itu dinilai tidak baik (when is good, is good and when is bad, is bad)”, tegas Idang Rasjidi, pendiri Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate. Di OM-IRS, terutama untuk ujian praktek, penguji ujian ini adalah penguji dari luar OM-IRS seperti dari dosen ISI Yogyakarta Drs. Josias T Adrian, M.Hum sedangkan penguji untuk ujian teori adalah instruktur-instruktur OM-IRS.

Menurut Rusfian Santiko, Manajer Edukasi OM-IRS, kita mengundang penguji dari akademisi dosen ISI Yogyakarta untuk mengevaluasi dan mengetahui input – proses – output kegiatan belajar mengajar, baik kompetensi instruktur dalam mengajar maupun kompetensi siswa dalam belajar atau kursus di Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate Pekalongan.

Leave a Reply