“Tribute to Ichan”, Blue Batik Replica Tampil Ngayogjazz 2013

Blue Batik Replica

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Blue Batik Replica (Pekalongan Jazz Society) diundang untuk tampil di gelaran Ngayogjazz 2013 yang berlangsung pada Sabtu, 16 November 2013 di Desa Wisata Sidoakur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Event Ngayogjazz 2013 yang ke 7 (tujuh) ini diadakan dengan tema “RUKUN AGAWE NGEJAZZ”, untuk bersama-sama menuju keharmonisan seperti sebuah orchestra yang meskipun tiap alat musik mengeluarkan bunyi yang berbeda tetapi jika dimainkan bersama dengan harmonis akan menjadi indah dan menimbulkan suasana yang menyenangkan dan menentramkan. Inilah kerukunan dalam musik jazz di mana musik ini mengajarkan bahwa individu-individu adalah bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar, bagaimana kita bisa individual tetapi sekaligus komunal.

Blue Batik Replica

Blue Batik Replica merupakan gabungan dari beberapa band yang berdomisili atau pernah tinggal di kota Pekalongan, TRIO UP dan RSP, yang  keduanya pernah bermain bersama dalam suatu event, menjadi band pembuka IDANG RASJIDI SYNDICATE.

Format awal TRIO UP terdiri dari Yudho Prabowo – bass, Ichan Sani – drum dan Abdul Aziz – gitar, ketiganya bertemu pada tahun 2010. Seperti sesuatu yang mustahil untuk dapat bermain bersama mengingat latar belakang musik yang berbeda tapi anggapan itu hilang setelah ketiganya melakukan jam session dan tampil di beberapa acara, akhirnya mereka menemukan chemistry. TRIO UP memainkan musik dengan warna moderen, membunyikan sesuatu yang baru, sambil sesekali mencoba memainkan lagu daerah dan lagu anak nasional kemudian membawakannya dengan gaya sendiri. Pada beberapa penampilan mereka mengajak pemain kendang koplo – Arif Budiono untuk memberikan warna musik pantura (pantai utara).

RSP merupakan singkatan dari Rusfian Santiko Project yang tidak lain adalah nama dari gitaris band ini, Fian – gitar. Mengusung musik blues; tone yang jelas, banding yang tepat, sound gitar yang moderen dan pilihan nada-nada yang ‘sedap’ didengar adalah ciri khas nya.

Ide kemudian melintas untuk menggabungkan keduanya, mereka mulai mengerjakan lagu dan aransemen, sambil mencoba memahami karakter bermain tiap-tiap personil, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk menggunakan satu ‘bahasa musik’ ini sebagai gaya musik mereka.

Boa adalah komposisi yang diselesaikan bersama TRIO UP, ada banyak spontanitas disini, mulai dari form lagu, rhythm hingga kalimat yang dimainkan solois saat memasuki tema. Nuansa yang sedikit etnis menjadi lebih seksi karena hentakan kendang koplo, lagu ini terdengar hidup dan sarat akan aroma pantura.

Selain lagu dari TRIO UP dan RSP, lagu yang berhasil mereka selesaikan adalah Bidadari di Medan Perang“, sebuah komposisi dengan beat latin yang cepat, tema blues yang kuat dan bagian interlude yang terdengar “outside” dari bagian lagu lalu interlude ini seperti masuk ‘tanpa permisi’ ke dalam lagu. Lagu ini pertama kali dibawakan saat tampil di acara “JAZZ di BAWAH KAKI LANGIT” Lawang Sewu, Semarang, lewat lagu ini mereka terdengar lebih berani dan mampu memberikan warna yang berbeda diantara penampil lainnya.

Borneo’s Donut lagu yang satu ini hasil karya dari Ichan Sani, terdengar sedikit lebih relax, tema yang simpel tapi dibalut dengan groove bernuansa modern, hasilnya musik chill out yang easy listening.Dua lagu tersebut juga dibawakan dan berhasil menghibur audience yang berjubel saat tampil di panggung Gaog (main stage) event NGAYOGJAZZ November 2011.

“Sound of Malaka”, sebuah komposisi lagu hasil karya dari Ichan Sani (drummer Blue Batik Replica). Komposisi ini dikemas secara modern yang bernuansa Jazz Rock. Lagu tersebut pernah dibawakan bersama Ichan Sani saat tampil di NGAYOGJAZZ 2012 dan terakhir di LOENPIA JAZZ 2013.

Swas Adi

Setelah meninggalnya “Muhammad Ihsan Nusantara” atau biasa akrab dipanggil “Ichan Sani”, Blue Batik Replica membentuk sebuah band Quartet yang terdiri dari Rusfian Santiko (gitar), Yudho Prabowo (bass), Daniel (keyboard) dan drummer muridnya Ichan yaitu Mukhlish Arif atau Swas Adi.

Leave a Reply