Memunculkan Kreativitas dan Inovasi Siswa dalam Bermusik

Ensemble Drum Siswa OM-IRS

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Pada Rabu – Minggu tanggal 2 – 6 Oktober 2013, Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate (OM-IRS) mengikuti acara Pameran Inovasi dan Kreativitas di Rumah Jabatan Bakorwil 3 – Kawasan Jetayu Kota Pekalongan – Jawa Tengah. Pameran ini terselenggara dalam rangkaian kegiatan Pekan Batik Internasional (PBI). Untuk tahun 2013 ini tema pameran tersebut adalah “Tidak ada Kemajuan Tanpa Inovasi Tidak ada Inovasi Tanpa Berjejaring”.

Manajer Edukasi Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate, Rusfian Santiko menyampaikan alasan keikutsertaan OM-IRS dalam Pameran Inovasi dan Kreativitas adalah untuk memberikan nilai lebih dan citra utama pada siswa OM-IRS yaitu: Musikal, Optimis, Elegan, Sederhana, Intelektual dan Profesional juga yang lebih pentingnya menumbuhkembangkan Kreativitas dan Inovasi siswa dalam bermusik.

“Bagi siswa OM-IRS, untuk dapat menghasilkan karya seni musik kreatif dan inovatif dengan baik, diperlukan rasa ingin tahu yang tinggi, keberanian dan percaya diri (confidence) yang kuat, eksentrik, bersemangat dan bekerja keras”, katanya menambahkan.

OM-IRS feat Ensemble Drum

Performance Omah Moesik band berkolaborasi dengan ensemble drum menunjukkan terobosan yang baru yang belum pernah ada sebelumnya pada acara tersebut. Membuka penampilan siswa OM-IRS dengan memainkan lagu daerah “Rasa Sayang Sayange” dan “Yamko Rambe Yamko”, sebanyak 6 (enam) siswa tampil memainkan ensemble drum dengan sentuhan-sentuhan rhythm samba. “Bagi siswa drum, ini pengalaman pertama kali memainkan ensemble di panggung outdoor juga membuatnya senang dan gerogi karena banyak pasang mata yang memperhatikan penampilannya, mereka begitu semangat berlatih dan bekerja keras dengan waktu yang sangat singkat hanya 2 (dua) hari. semoga ini bisa menjadi motivasi bagi siswa drum OM-IRS untuk lebih giat berlatih dan menambah pengalaman,” kata Instruktur drum, Mukhlish Arif Budiono, yang juga leader ensemble drum.

Ensemble Drum Siswa OM-IRS

Malam minggu setelah acara baca puisi anak negeri, instruktur dan siswa tampil bersama dalam format band juga ensemble drum. Mereka menyajikan lagu berirama latin “Corazon” yang dipopulerkan oleh Santana dan irama samba lagu “Mas Que Nada” yang dipopulerkan oleh Sergio Mendez. Dua lagu tersebut bisa memberikan musikalitas, pencerahan dan hiburan bagi masyarakat pekalongan dan sekitarnya. Instruktur yang tampil dalam band yaitu Rusfian Santioko (gitar), Mukhlish Arif Budiono (drum), Yudho Prabowo (bass), Wydha Hendra Kusuma dan Aya (Vacal).

Rencananya kolaborasi Omah Moesik Band and Ensemble drum akan berlanjut dalam pertunjukkan di luar Pekalongan namun perlu latihan yang tekun dan rutin dalam seminggu sekali agar bisa tampil lebih berkualitas baik,” ungkap Rusfian.

Leave a Reply