Kajen Ada Jazz Lesehan

Practice Concert

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Di seberang Selatan Alun-alun, Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dindikbud Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate telah sukses digelar sebuah event apresiasi musik yang bertajuk Kajen Jazz Lesehan, pada Minggu, 22 September 2013. Workshop and practice concert ini menghadirkan Idang Rasjidi and Friends, salah satu musisi jazz berjiwa entertainer dengan kaliber, pengetahuan dan pengalaman global dalam bermusik, khusunya musik jazz. Acara ini diselenggarakan secara lesehan bernuansa minimalis namun unik karena jazz lesehan ini mempunyai makna sebuah kebersamaan dengan tidak membedakan.

Untuk pertama kalinya, workshop and practice concert musik jazz di Kajen menjadi pilihan untuk didengar (listen),  dirasakan (feel), dimainkan (play) juga dinikmati  bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan pertimbangan diantaranya masih langkanya pergelaran musik jazz diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan dibanding genre musik yang lain. Selain untuk memberikan spirit dan paradigma baru bagi musisi dan penikmat genre musik yang ada di Kabupaten Pekalongan, secara tidak langsung acara ini juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi potensi Kabupaten Pekalongan dimata nasional bahkan juga internasional, hal ini dimungkinkan jika dihubungkan dengan kharisma musik jazz yang mendunia.

Workshop

Gold, grup band anak-anak muda asal Kabupaten Pekalongan tampil sebagai pembuka acara workshop yang membawakan lagu pop jazz sebelum workshop Idang Rasjidi and Friends dimulai dengan membawakan lagu “arti kehidupan”, lagu yang dipopulerkan oleh Mus Mujiono. Idang Rasjidi menjelaskan bahwa musik jazz adalah sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari, maka dari itu, arti kehidupan musik jazz tidak ada kesombongan tetapi yang ada saling memaklumi atau mengerti, jujur, ikhlas dan kesederhanaan dalam dialog (call and response) memainkan musik maupun berbagi ilmu, pengetahuan dan pengalaman bermusik. “Masyarakat Kabupaten Pekalongan khususnya kaum muda harus menghidupkan dan mengoptimalkan seni tradisional karena selama ini kita selalu belajar sejarah tapi tidak membikin suatu sejarah”, katanya menambahkan..

Practice concert berlangsung malam pukul 19:30 WIB – 22:30 WIB dibuka grup band “Ombudor”, format ini muncul dari kolaborasi musisi dari Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate dengan musisi Budaya dan Olah Raga Kabupaten Pekalongan, diantaranya Rusfian Santiko (gitar), Yopie (gitar), Daniel Lennon (keyboard), Huda (Vocal), Yudho Prabowo (bass) dan Mukhlish Arif Budiono (drum).

Suasana semakin malam semakin harmoni dengan tampilnya Idang Rasjidi ditemani (drummer) Eddy Syakroni, (perkusi) Iwan Wiradz dan Shaku Rasjidi, (basist) Samuel Song. Musik yang diperkuat dan diimprovisasi oleh Idang Rasjidi ini, bisa mengiringi Yendri Blacan, penampilan penyanyi anak daerah asal Bangka yang memiliki potensi dan cengkok menyanyi dangdut melayu. Meski musik yang dimainkan berirama jazz, Yendri tetap menyanyikan cengkok dangdut. Sajian Gratis Workshop and Practice Concert Kajen Jazz Lesehan di Pendopo tersebut nampaknya meraih kesuksesan dengan menyedot 600 penonton

Bupati Pekalongan dalam sambutannya yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kab. Pekalongan, Ir. H. Susiyanto, MM dihadapan para penonton dan undangan yang terdiri para FKPD  dan Kepala SKPD di lingkungan Pemkab Pekalongan mengungkapkan bahwa, pemerintah senantiasa berupaya mendukung dan memberikan kontribusi bagi perkembangan Kab. Pekalongan khususnya dibidang seni budaya.

Antono berharap dengan adanya “Kajen Jazz Lesehan 2013” dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi potensi  Kab. Pekalongan dimata nasional bahkan internasional, mengenalkan musik jazz lebih luas kepada masyarakat, serta sebagai wujud upaya pembinaan untuk meningkatkan apresiasi musik dikalangan dunia pendidikan serta memberikan spirit dan ruang bagi musisi penikmat genre musik jazz.

Leave a Reply