MUSIK UNTUK MENGGAIRAHKAN PIKIRAN & JIWA

Aan Jindan

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Musik merupakan harta karun yang paling berharga dalam kehidupan sebagian orang, termasuk saya. Saya mengagumi kekuatan musik dalam menyentuh jiwa dan membuka hati. Setiap kali mendengarkan musik yang indah, saya seperti berada dalam sebuah ruang yang keramat.

Dalam beberapa tahun terakhir musik terbukti secara unik dan efektif bisa menjembatani antara otak kiri dan otak kanan, serta mampu meningkatkan ketajaman mental dan kemampuan untuk mengungkapkan kreatifitas. Sebuah riset yang dilaksanakan baru-baru ini oleh universitas California di Irvine menunjukkan bahwa siswa yang menyukai musik klasik umumnya meraih nilai yang lebih tinggi. Para peneliti sedang mencoba menyimpulkan kemungkinan bahwa musik memicu pelepasan neuron-neuron didalam otak. Dan sekarang banyak ilmuwan melakukan penelitian dengan mempelajari jenis musik yang mampu mengelola pikiran dan memicu tumbuhnya gagasan baru.

Ditinjau dari sudut kejiwaan, musik akhirnya dianggap sebagai pendobrak hambatan emosi dan pemandu yang langsung dan aman menuju kondisi sadar yang tidak biasa, yang dalam kondisi itu kita bisa mengakses informasi dan gagasan yang mampu mengubah hidup kita. Terapi melalui ungkapan seni, terutama memandu pencitraan musik merupakan metode psikoterapi yang di hargai dan direkomendasikan terutama karena semakin banyak orang yang menikmati manfaat langsung yang mengubah kehidupan mereka.

Musik sering kali mampu mengubah kehidupan banyak orang, memicu munculnya kekuatan dan sumber daya batin mereka, serta memperdayakan mereka. Menurut Stephanie Merritt dalam bukunya Mind, Music, and Imagery : Unlocking The Treassure of Your Mind, musik menjabarkan tentang sejumlah manfaat, antara lain : musik mampu menurunkan stress dan mendukung proses penyembuhan; menemukan aspek-aspek kepribadian anda yang tersembunyi, pribadi yang berani berisiko, yang gembira, dan bebas ; ketiga adalah memberi anda sudut pandang berbeda dalam meninjau kehidupan dan memberdayakan anda sehingga anda mampu mengatasi konflik batin dan mengatasi berbagai rintangan hidup; memperkaya hidup anda dan memperluas dunia anda dengan keindahannya; meningkatkan pembelajaran dan daya inga; merangsang kreatifitas dan imajinasi dan membuat kita santai, menyegarkan, dan menenangkan.

Sementara itu, Bob Sampks dalam bukunya berjudul Open Mind, Whale Mind (2002) mendifinisikan system pendidikan terbuka sebagai system yang fleksibel, yang dengannya siswa belajar menjelajahi hubungan antara berbagai hal. Dalam system terbuka, fantasi, impian, dan perasaan merupakan unsur-unsur vital dalam proses pembelajaran. Sebaliknya system tertutup yang kaku dan terbatas hanya memusatkan perhatian pada “jawaban yang benar” keberagamannya pada pikiran nasional dan pikiran sadar, sebuah kekacauan yang oleh Sampks dinamai penyakit saraf rasional (Rasional Neurosis). Membuat kita takut berpikir dinamis dan takut mengambil resiko sehingga menjauhkan kecintaan terhadap pembelajaran.

Dengan memahami keterbukaan alamiah rancangan otak dan pikiran, berarti mendorong kita untuk berusaha agar selalu bebas memicu tumbuhnya manusia yang utuh dan membuat kita berinovasi, bukan sekedar menerima.

Musik memfasilitasi intergrasi otak kiri dan otak kanan dengan beberapa cara. Para ilmuwan saraf menemukan bahwa musik mengaktifkan aliran inpuls saraf ke Corpus Callosum, yaitu jaringan serabut otak yang menghubungkan kedua bagian otak itu, karena ritme tubuh akan menyelaraskan diri dengan tempo musik yang kita dengarkan, kita bisa melakukan banyak pekerjaan mental, sambil tetap merasa santai (Stephanie Merritt, Mind, Music, and Imagery, 1996)

Musik juga membantu kita melepaskan pola berfikir yang kaku, karena musik mampu menjangkau tempat-tempat inverbal dan merangsang sisi intuisi dan kreatifitas kita, musik melepaskan dominasi otak kiri yang sifatnya lebih logis dan kritis. Kalau ini terjadi, biasanya pikiran dan perasaan yang terpendam akan muncul dipermukaan. Penyelarasan ungkapan perasaan dan pikiran yang tersembunyi bisa dibandingkan dengan penyelarasan yang dilakukan oleh para musisi dalam sebuah orkestra.

Musik dan pencitraan menurut Stephanie Herritt, mampu meningkatkan kapasitas pembelajaran, yaitu melalui keahlian mengkhayal. Energi yang digunakan untuk berpikir abstrak dan untuk memperoleh keahlian verbal yang lebih tinggi dapat diarahkan ke dalam, ke tempat energi tersebut akan mengikatkan diri dengan sumber-sumber emosi yang kaya. Tanpa energi mental yang diberikan oleh emosi, sebuah pemikiran tidak akan memiliki makna sehingga mudah dilupakan. Meluangkan waktu untuk berkhayal akan sangat bermanfaat untuk anak-anak dan musik bisa membantu mereka mengerakkan perhatian pada batin mereka.

Dua dari orang-orang yang paling kreatif di dunia menghabiskan sebagian besar waktu mereka untuk berkhayal, mereka mampu menjangkau sumber-sumber kreativitas, untuk mengatasi permasalahan, menciptakan gagasan dan ilmu pengetahuan baru. Antropolog Asley Montague mengaku, dia bermain sepanjang hidupnya. Dia mengingatkan bahwa banyak orang-orang kreatif seperti artis, penyair, dan ilmuwan yang mampu memadukan hal-hal yang tidak pernah terbayangkan orang lain yang kemudian memunculkan gagasan baru yang hebat. Kebiasaan berkhayal membuat mereka mampu menerapkan cara berpkir yang tidak biasa dan tidak lazim. Montague percaya setiap manusia dewasa memiliki sifat-sifat kanak-kanak dan dirancang untuk tumbuh dan berkembang di dalam semua sisi kehidupan kita.

Musik dapat menghubungkan kita dijalan spiritual, membimbing kita ke dalam kehidupan batin, hidup kita mulai mencerminkan kecintaan dan kepuasan menjagat yang sudah ada, tetapi belum dikenali , di dalam alam batin kita. Kata J.S. Bach, tujuan dan alas an akhir semua jenis musik seharusnya hanya untuk mengagungkan Tuhan dan untuk penyegar jiwa.

Author By : Aan Jindan

Leave a Reply