Melihat Perkembangan Sambil Belajar dan Bermain Musik jazz

Pekalongan Jazz Society

Pekalongan Jazz Society

PEKALONGAN, omahmoesik.net – “Jazz di bawah Kaki Langit”, Ngayogjazz 2011 “Nandoer Jazz ing Pakarti”, NgayogJazz 2012 “Dengan Jazz Kita Tingkatkan Swasembada Jazz”. Itulah event Jazz tahunan di mana Pekalongan Jazz Society (PJS) sudah pernah ikut serta tampil di event tersebut.

Kali ini pada Sabtu, 29 Juni 2013, PJS diundang komunitas Jazz Ngisoringin untuk tampil di event Loenpia Jazz 2013. Event ini diadakan pertama kali di kawasan kota lama Semarang dengan mengambil tema “Ngejazz Malu, Tak Ngejazz Rindu”. Loenpia Jazz sebagai nama yang diusung atas dasar semangat keberagaman budaya yang berkembang serta sebagai wujud rasa syukur atas terbentuknya komunitas Jazz Ngisoringin Semarang.

Grup PJS, bersama personel Daniel Lennon (keyboard), Yophie (gitar), Risfian Santiko (gitar), Yudho Prabowo (bass) dan Ichan Sani (drum) tampil di stage 3 (tiga) pukul 16:20 WIB dengan durasi waktu 25 menit. Grup ini membawakan karya Ichan Sani, instrumental jazz yang berjudul “Sound of Malaka” yang diaransemen dengan rekan musisi Batik Replica dan juga lagu karya Anour Brahem Quartet, “The Astounding Eyes of Rita.

Setelah PJS tampil, malam itu, temen2 PJS langsung menuju Sri Gunting Stage nonton Benny Likumahuwa dan Oele Pattisellano, gurau Benny mengatakan “Saya dan Oele tidak tahu lho ini mau main apa. Kami tidak latihan sama sekali,” serba spontan, jazz bisa dimainkan bila ada komunikasi lagu apa yang akan dimainkan. Setelah berkomunikasi lagu yang sudah ditentukan, mereka memainkan lagu jazz standard “Nardis” dan “Alone Together”. Nah, di sela-sela perform itulah, Benny memberikan edukasi, pengetahuan dan wawasan tentang jazz terhadap penonton. “Jazz itu ada 4 unsur diantaranya blue note, feel swing, syncopation dan improvisation”, jelas Benny, Ayah dari bassist ternama Barry Likumahuwa.

Acara Loenpia Jazz ditutup dengan penampilan Indro Hardjodikoro & Friends yang didampingi musisi muda berpotensi asal Purwokerto Bayu Aditya (gitar) dan Muhammad Iqbal (drum) asal Kalimantan. Grup tersebut memainkan beberapa lagu dari album debutnya, Indro Hardjodikoro.

Semangat dalam menonton perkembangan sambil belajar dan bermain musik jazz inilah yang ingin Pekalongan Jazz Society (PJS) wujudkan agar dapat menjadi sebuah komunitas untuk saling belajar, memahami, menikmati, mendukung dan membantu hingga tercapai tujuan yang harmoni dan bermanfaat.

Author By : Yudho Prabowo

Leave a Reply