Blue Note Menyentuh Penonton Blues on The Street Pekalongan

Pekalongan Blues Community

Rusfian Santiko

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Di sini depan Batik TV ada Blues on The Street bahkan dekat sekali dengan gedung Dewan Kesenian Kota Pekalongan (DKKP), yang diadakan pada minggu, 7 Juli 2013 pukul 19:30 WIB – 23:30 WIB. Ini sebagai wujud nyata dari practice concert dan jam session yang pernah kali pertama diselenggarakan oleh Pekalongan Blues Community (PBC), guna memeriahkan area jetayu yang bisa menjadi pusat hiburan dan kesenian. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah edukasi yang diikuti dengan launching “Pekalongan Blues Community”.

Menurut ketua PBC Rusfian Santiko, kegiatan ini diadakan bertujuan memberikan ruang kepada musisi untuk berkembang serta menyajikan edukasi ber-genre musik blues, guna pengembangan kualitas, apresiasi & kreatifitas bermusik di Pekalongan dan sekitarnya.

Pria gitaris blues kelahiran Jepara, 27 Desember 1983 dan juga instruktur gitar di Lembaga Pelatihan dan Kursus Musik Pekalongan bernama Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate (OM-IRS) biasa akrab disapa Fian. “Saya menekuni musik blues karena akar atau ibu dari semua aliran musik seperti jazz, country dan rock adalah musik blues,” kata Fian saat pra launching, ngobrol sama Ulil di kantor Batik TV.

Sederhana tetapi unik dan keren bahkan membuat sinergi, acara yang dikemas oleh stage manager Yohanes Putra Setia dan konco-konco PBC. Acara dikemas ke dalam 5 (lima) sesi, sesi pertama, practice concert bersama band perform THE P.O.P, Aliens’s Collony, dan Rusfian Santiko Project (RSP). Sesi kedua, ngobrol tentang blues untuk berinteraksi dengan penonton. Obrolan tersebut membahas latar belakang musik blues, Apa itu musik blues, berasal dari mana musik blues, siapa father of the blues, mengapa orang tertarik dengan musik blues dan bagaimana memainkan musik blues. Sesi ketiga, pengukuhan PBC, yang diikrarkan oleh ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan (DKKP) Aan Jindan didampingi ketua PBC Rusfian Santiko. Sesi keempat, Stand Up Comedy Open MIC oleh Tian. Sesi kelima, Jam Session, mempersilahkan penonton atau konco-konco musisi untuk Jamming.

Menurut Ketua Dewan Kesenian Kota Pekalongan (DKKP), Aan Jindan, mengatakan, kembali lahirnya satu ruang komunitas musik dengan genre blues membuktikan bahwa Pekalongan memiliki warna dan ragam yang kaya dalam bermusik. “Namun kami berharap agar munculnya PBC ini tidak dalam satu kali momen saja, tetapi dapat terus eksis menghadirkan karya dan kegiatan lain”, pesannya.

Blues itu dari istilah blue atau biru, blues lahir dari rintihan atau alunan sedih sang budak atau komunitas kulit hitam asal Afrika yang bekerja di Amerika sebagai buruh tani. Para budak pada saat bekerja atau istirahat selalu melantunkan gaya vokal melisma dan intonasi bergelombang yang merupakan rentetan dari skala mayor ke skala minor dan kembali lagi, dalam teori musik disimbolkan nada 3, 5, 7, itulah yang dinamakan istilah blue note. Pola yang dimainkan oleh para pemusik blues dan pencipta blues menggunakan pola call (tanya) and response (jawab). Blue note dan pola call and response itu diyakini publik Amerika juga dipopulerkan oleh William Christopher Handy (1873-1958), WC Handy dianggap sebagai bapak blues (father of the blues). Pemusik atau musisi suka musik blues karena menggambarkan hubungan kehidupan yang natural atau alami, ungkap nara sumber Aab dan Yudho dalam sesi obrolan blues.

Konco-konco PBC, menegaskan bahwa Jam Session adalah bertemunya musisi atau pemusik yang tidak saling mengetahui lagu bahkan tidak saling mengenal satu sama lain, secara spontan mereka diminta untuk memainkan sebuah lagu atau repertoire di suatu panggung. Namun sebelumnya mereka mengkondisikan dan berkomunikasi lagu yang akan dimainkan sehingga mereka seolah menjadi grup atau band baru di panggung. Dengan kondisi dan komunikasi yang baik maka grup yang akan jamming di panggung saat itu bisa menjadi baik dan enak dinikmati oleh penonton.

Setelah Jam Session, jam 22:30 WIB sampai dengan 23:30 dilanjutkan pertunjukan practice concert Rusfian Santiko Project (RSP). Dengan lagu “Hoochie Cooche Man” dan “Still Got The Blues”, alunan blue note menyentuh penonton sehingga RSP mendapat sambutan meriah dari antusiasme para penonton. RSP didampingi band yang terdiri dari Daniel (keyboard), Yudho (bass) dan Arif (drum).  Suasana puncak acara semakin meriah, pada saat closing all star PBC, para jammer dan seluruh pengisi acara dengan memainkan lagu “Mustang Sally” sambil menyampaikan “salam blues konco kabeh” serta ucapan terima kasih atas dukungan dan bantuannya kepada Dewan Kesenian Kota Pekalongan (DKKP), Batik TV, Udin Diesel, DD foundation, Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate, B-Bless, Polres Pekalongan dan konco-konco serta musisi Pekalongan.

Author By : Yudho Prabowo

Leave a Reply