Mengembangkan Musik Jazz Pekalongan Melalui Edukasi dan Practice Concert

Medco Green Energy Jazz

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Perkembangan musik jazz di Indonesia akhir-akhir ini, melahirkan berbagai macam acara-acara musik jazz, seperti Jazz Goes to Campus, JakJazz festival, Javajazz festival, NgayogJazz festival dan acara-acara jazz lainnya. Seperti halnya yang terjadi di kota batik Pekalongan juga selalu mengadakan acara-acara Jazz tahunan dengan esensi tema “Workshop, Coaching Clinic and Practice Concert”, sebut saja Jazz My Soul 2008, Medco Green Energy Jazz 2008, Di Sini Ada Jazz 2009, Jazz Wae 2010 dan Jazz Kota Batik 2011, Pekalongan Jazz Jazz Jazz 2012 dan Pekalongan Jazz Jazz Jazz 2013. Adanya Edukasi dan Practice Concert di Pekalongan, diawali Oleh Idang Rasjidi salah satu Pendiri (founder) Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate (OM-IRS).

Pengaruh edukasi, filosofi serta musik Jazz yang diajarkan dan dimainkan oleh Idang Rasjidi membuktikan bahwa perkembangan musik jazz di Pekalongan sudah bisa didengar, dikenali bahkan dinikmati oleh masyarakat Pekalongan dari anak-anak dan remaja hingga orang tua. Dengan perkembangan tersebut, masyarakat dari anak-anak hingga orang tua sudah mulai tertarik untuk mempelajari dan memainkan musik Jazz. Seiring perjalanan musik jazz Pekalongan menunjukkan pentingnya sinergi dan rasa kebersamaan antara pemerintah, musisi, lembaga, komunitas, pendengar dan penikmat musik di kota batik Pekalongan dan sekitarnya. Perubahan mindset masyarakat khususnya musisi jazz dalam pencapainnya adalah suatu interpretasi dan improvisasi ketika musik jazz dipraktekkan ke dalam permainan musiknya dan menjadikan jazz sebagai musik hidupnya.

Dalam setiap edukasi dan practice concert, Idang Rasjidi selalu menyampaikan penjelasan secara gamblang (understandable) bahwa musik Jazz sendiri berakar dari musik blues, jazz juga mengandung sesuatu yang penting selain musik, dan disitulah pengaruh jazz amat mendalam. Selain musik, jazz juga merupakan improvisasi yang secara luas berkaitan: jazz mempunyai sejarah dan tradisi pemikiran, citraan, kosakata, logat dan estetika yang memberinya realitas serta keberadaan.

Jazz itu identik dengan improvisasi dan spontanitas, itulah kenapa pemusik (player) jazz selalu “memainkan apa yang dirasakan dan merasakan apa yang dimainkan”. Musik jazz bukanlah seni ekslusif, karena jazz ini justru berasal dari masyarakat atau budak-budak Afrika yang tertindas. Jazz menggambarkan kehidupan dengan sebuah analogi kesederhanaan, ketidaksombongan, kejujuran, keikhlasan dan kenyamaanan. Jazz memiliki lebih banyak kebebasan dalam menuangkan pengetahuan, kreatifitas dan kaya improvisasi dalam berimajinasi.

Author : Yudho Prabowo

Leave a Reply