KETIKA IDANG RASJIDI & RAPROX BERSENANDUNG AMAL BERSAMA

Aan Jindan

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Malam itu suasana di Pasaraya Sri Ratu Merdeka Pekalongan yang dingin  karena hujan seharian, berbeda dengan hari biasanya, kemeriahan dan kehangatan terasa di lantai dasar mall yang terletak di Jalan Merdeka. Di sudut kanan terlihat panggung ukuran 6 x 8 meter yang tampak meriah.

Sebuah momen langka terjadi, malam itu terselenggara konser amal Pekalongan Community care dimana pada puncak acara spontanitas terjadi kolaborasi yang langka dan unik ketika Idang Rasjidi bermain bareng dengan grup rock Pekalongan, Raprox.

Jam Session yang unik, seorang pianis Jazz kondang Idang Rasjidi bermain keyboard mengiringi Raprox yang juga diikuti drummer jazz terkenal yaitu Eddy Syakroni mengisi bagian drum. Momen bersejarah ini hanya terjadi di Pekalongan Community Care Session ke 2, sebuah konser amal yang digagas para pelaku seni di Kota Pekalongan.

Berawal dari gagasan beberapa musisi yang prihatin akan kondisi masyarakat Pekalongan yang baru saja terkena musibah banjir dan rob yang tidak pernah berhenti. Berangkat dari rasa sosial yang tinggi para seniman ini Spontanitas menggandeng para musisi maupun band untuk berpartisipasi dalam acara yang cukup baik ini, dan ternyata disambut cukup antusias oleh para musisi Pekalongan.

Dengan konsep mendekat ke masyarakat, tempat keramaianlah yang dituju mall, karena mall adalah tujuan tepat untuk penggalangan dana sosial, maka dibuat konsep ngamen dari mall ke mall, dengan tema ”Pekalongan Bersatu Peduli Bencana” Pekalongan Community Care.

Program ini bertujuan antara lain, membantu masyarakat Pekalongan dalam memperbaiki dan memulihkan kondisi psikologis, pendidikan, sosial dan kesehatan, meningkatkan kepedulian masyarakat Pekalongan dan sekitarnya terhadap bencana alam khususnya bencana banjir dan rob, meningkatkan sarana apresiasi dan edukasi seni kepada masyarakat, dan memperkuat sinergi dan solidaritas diantara pemerintah, musisi, lembaga, komunitas seni, pendengar dan penikmat seni di Kota Pekolangan dan sekitarnya.

Konsep yang disuguhkan cukup variatif, ada workshop, coaching clinic, musikalitas puisi  dan pertunjukan seni dan semua non profit yang menampilkan berbagai komunitas, seperti komunitas gitar, komunitas drummer, komunitas bass Pekalongan, band Aurora Jacuzzy, X- Room,  Sego Megono, Raprox, Notku, D’legend dan band-band hasil audisi.

Roadshow perdana di Mall Borobudur, 2 Maret 2013 yang dimeriahkan dari band pelajar, musisi senior hingga komunitas dan band seperti Raprox, Aurora Jacuzzy, X- Room, Omah Moesik dan penampilan para local heroes guitaris seperti Fikri, Ari, Aab, local heroes bass seperti Bagus, Yudho P dan diselingi Coaching Clinic guitar serta workshop pelajar pada sore harinya, serta pembacaan puisi oleh Willy Asmara.

Penggalangan dana dilakukan melalui kotak yang didesain dengan tulisan Pekalongan Community Care yang diedarkan panitia ke para pengunjung Mall, dan terkumpul dana dua juta delapan puluh tiga ribu rupiah.

Roadshow yang kedua di Pasaraya Sri Ratu Merdeka pada tanggal 7 April 2013, yang menampilkan band – band hasil audisi serta workshop bersama Idang Rasjidi dan Eddy Syakroni serta perform Batik Replica, Omah Moesik, Dafi Blues Band, dan yang menarik pada encore dimana ada perform dua band yang unik, Sego Megono dan Raprox dua band asal Pekalongan yang punya ciri khas bersyair dialek Kalonganan.

Dan seperti diawal disampaikan pada session ke-2 ini dihebohkan dengan kolaborasi spontanitas Idang Rasjidi dan Eddy Syakroni yang baru pertama kali mendengar lagunya Raprox langsung kepincut untuk bermain bersama dengan mereka. Dan terjadilah kolaborasi unik yang membuat siapapun akan terpana melihat perform mereka meski malam itu cukup dingin karena guyuran hujan dari pagi.

Pekalongan Community Care edisi ketiga di Plaza Pekalongan pada tanggal 27 April 2013 menghadirkan perform dari band pelajar, band hasil audisi, serta workshop guitar. Puncaknya hadir Notku, Raprox, Sego Megono, dan d’legend band.

Kegiatan ini dapat dikatakan sangat positif dan produktif karena menempatkan seni sebagai media sosial untuk peduli dengan sesama, juga sebagai bukti bahwa pelaku seni terutama musisi memiliki rasa tanggung jawab sosial dan tersentuh untuk membantu meringankan beban saudaranya tentu saja dengan cara mereka ini.

Hasil penggalangan disalurkan dalam bentuk paket tas sekolah dan sembako yang mungkin belum seberapa jumlahnya namun dari niat yang yang dibuktikan oleh mereka sangat layak diapresiasi semua pihak, DKKP sangat apresiasi kepada semua pengisi acara yang rela tampil gratis.

Dan terimaksaih kepada B-Bless, Dosath Recording Studio, Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate, BFI Finance, B Cineplex, Oasys Studio Recording, Apollo Print, Batik Restu Jagad, Batik Marwa, Radio RKB, Radio Rasika, Batik TV, Suara Merdeka, Harian Radar Pekalongan, Mal Pekalongan (Borobudur), Pasaraya (Sri Ratu) dan Plaza Pekalongan (Hypermart)

Dan semoga amal baik, infaq, usaha semua pihak atas terselenggaranya acara ini mendapat pahala yang setimpal.Amin.( Aan Jindan Ash-Shogirie).

Author : Aan Jindan

Leave a Reply