One Day Workshop and Practice Concert

Workshop Jepara

Workshop Jepara

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate (OM-IRS) kembali melaksanakan program yang sudah menjadi agenda rutin yaitu Workshop and Practice Concert. Kali ini kota yang menjadi sasaran pelaksanaan program tersebut adalah kota ukir Jepara. Menurut salah seorang instruktur OM-IRS yang berasal dari Jepara, Rusfian Santiko, Jepara merupakan kota yang masyarakatnya memiliki apresiasi tinggi terhadap musik. Hal tersebut yang menjadi salah satu dasar program workshop OM-IRS dilaksanakan di Jepara. Workshop dilaksanakan pada Selasa, 21 Februari 2012 pukul 16.30 WIB.

Tema dari program workshop tersebut adalah musik Blues. Dimulai dengan membahas sejarah lahirnya musik blues yang ternyata sangat erat kaitannya dengan tradisi muslim di Afrika, dilanjutkan dengan materi tentang bentuk atau pola dalam memainkan musik blues pada gitar, bas, drum, dan keyboard, serta chord apa saja yang sering digunakan dalam musik blues seperti chord dominan 7 dan dominan 9. Seperti yang disampaikan oleh Manajer Edukasi Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate di Pekalongan, Abdul Aziz, Musisi yang akrab disapa AAB, menjelaskan bahwa musik blues memiliki 2 era yaitu era tradisional dan era modern dimana pada setiap era memiliki pola yang berbeda. Progresi chord yang paling umum digunakan dalam musik blues, yaitu 12 bar blues. Progresi chord tersebut dapat dimainkan dalam bentuk sederhana yang hanya terdiri tiga chord (1, 4, dan 5) atau dalam bentuk modern dengan adanya penambahan chord pada bar tertentu. Sedangkan untuk rhythm dalam musik blues ada beberapa jenis, seperti Ballads Blues, Slow Blues, dan Shuffle Blues.

Para instruktur OM-IRS juga memberikan contoh dengan memainkan beberapa bentuk rhythm yang sudah dijelaskan, dengan tujuan agar peserta workshop lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Sesi terakhir workshop merupakan sesi yang cukup penting dimana para peserta berkumpul dengan masing – masing instruktur OM-IRS berdasarkan instrumen yang diminati dan dapat bertanya secara langsung kepada instruktur yang bersangkutan. Peserta nampak begitu antusias dengan adanya workshop tersebut. Meskipun tidak begitu banyak yang datang, namun hal tersebut tidak mengurangi semangat para instruktur OM-IRS untuk memberikan materi tentang musik blues. Workshop sore itu diakhiri pada pukul 18.00 WIB.

Malamnya, setelah workshop berakhir, instruktur OM-IRS memberikan program tambahan yaitu practice concert dengan membawakan beberapa repertoar blues seperti Still Got The Blues, I Shot The Sherif, dan Mustang Sally. Sambutan meriah pun diberikan oleh penonton kepada instruktur OM-IRS tak terkecuali band – band yang tampil sebelum mereka. Jumlah penonton yang hadir pun jauh lebih banyak dibandingkan pada saat workshop. Salah satu panitia yang turut membantu terselengaranya program tersebut mengatakan bahwa jumlah penonton yang hadir sangat diluar dugaan karena program tersebut tidak didukung dengan publikasi yang optimal, publikasi baru dilakukan H-1. Beberapa penonton bahkan meminta kembali workshop dilanjutkan setelah practice concert karena ada beberapa dari mereka yang tidak bisa datang pada saat pelaksanaan workshop sore harinya. Dengan adanya respon dan antusiasme yang luar biasa dari masyarakat Jepara, OM-IRS berencana mengadakan kembali program serupa di Jepara dengan konsep yang mungkin berbeda dan mencari kemungkinan – kemungkinan lain agar program tersebut bisa terus berjalan secara rutin.

 

Author : Yudho Prabowo

Leave a Reply