Because I Love Them, Gleen dan Tompi Bilang Siap Om

Gleen, Tompi dan Idang Rasjidi

PEKALONGAN, omahmoesik.net — Musisi Jazz Idang Rasjidi memiliki keinginan besar agar musik jazz di Babel bisa maju dan berkembang seperti halnya di Yogyakarta dan kota-kota lainnya.

Oleh karena itu ia berharap kesuksesan konser Kite Kek Jazz menjadi awal lahirnya kebangkitan musik jazz di Bangka. Idang Rasjidi menjadi konseptor konser Kite Kek Jazz yang sudah berlangsung Sabtu (11/3), malam.

“Kalau mau maju mulailah dari hal yang kecil, jangan yang muluk-muluk. Gelar konser dengan budget Rp 200-Rp300 juta bisa, kalau gak sanggup sendiri kan bisa urunan, banyak kan pengusaha di sini,” ujarnya saat acara jumpa pers bersama Gleen Fredly dan Tompi, Sabtu.

Dikatakannya, untuk membuat acara musik harus dipersiapkan jauh-jauh hari sehingga hasilnya tidak berantakan.

“Jazz itu bagus, berikan kesempatan anak-anak mengenal jazz, karena jazz itu tidak pernah menolak lagu, di Yogya itu anak-anak main jazz di bawah pohon, musisi besar juga main di tempat yang sederhana. Nah, kita punya tempat, di Taman Sari yang sudah dibangun itu saya yang desain, maksudnya tempat itu akan menjadi area anak-anak muda bermusik, sekarang sudah ditempati sepertinya,” ujarnya.

Kembali ke konser Kite Kek Jazz, Idang menuturkan, dirinya berterimakasih kepada Gleen dan Tompi yang mau tampil ke konser tersebut.

“Tompi dan Gleen orang yang sangat dekat dengan saya, tidak mungkin mendatangkan dua star ini kalau tidak ada kedekatan, because i love them. Waktu saya telepon, mereka bilang siap om. Saya terdiam karena bicara bayaran jauh lah ya dari apa yang biasa mereka dapat. Tapi sekali lagi ini bentuk respek mereka kepada saya,” tuturnya.

Tompi mengibaratkan tampil bersama Idang Rasjidi seperti pengajian.

“Nyanyi sama om Idang itu kayak pengajian, bukan soal uang tapi experience yang didapat selama tampil, banyak hal-hal baru yang bisa didapatkan,” katanya.

Gleen mengatakan, pemerintah daerah bisa menjadikan seni dan budaya menjadi peluang yang bisa membuat provinsi ini menjadi maju dan berkembang.

“Idang Rasjidi adalah aset Babel, seharusnya ini bisa dimanfaatkan untuk memajukan daerah,” tukasnya.

Student Star Concert untuk Earth Hour 2014

 

Student Star Concert

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Earth Hour (jam bumi 60+) adalah sebuah kegiatan global yang diadakan oleh WWF pada sabtu terakhir bulan Maret setiap tahunnya. Kegiatan ini berupa pemadaman lampu yang tidak diperlukan di Rumah dan perkantoran selama satu jam untuk meningkatkan kesadaran akan perlunya tindakan serius menghadapi perubahan iklim.

World Wide Found for Nature (WWF) adalah sebuah organisasi non-pemerintah internasional yang menangani masalah-masalah tentang konsevasi, penelitian dan restorasi lingkungan, dulunya bernama World Wildlife Fund dan masih menjadi nama resmi di Kanada dan Amerika Serikat.

Continue reading

Meningkatkan Kualitas Pendidikan Musik: Siswa Diuji Dosen ISI Yogyakarta

Siswa yang mengikuti ujian diiringi Instruktur

PEKALONGAN, omahmoesik.net – OM-IRS merupakan lembaga kursus musik yang berbasis pendidikan yang meningkatkan kualitas dan musikalitas siswanya, di mana setiap kenaikan tingkat (grade) diadakan ujian teori dan ujian praktek. Ujian Teori merupakan salah satu syarat kenaikan tingkat, yang dilaksanakan sebelum ujian praktek. Dalam ujian teori, siswa akan diuji mengenai pengetahuan dan pemahaman teori dasar dalam bermusik. Ujian Praktek merupakan salah satu syarat kenaikan tingkat, yang dilaksanakan sesudah ujian teori. Dalam ujian praktek, siswa akan diuji mengenai pengetahuan dan pemahaman sebagai pemain (player) dalam memainkan, mendengarkan dan merasakan musik dalam combo atau band.

Continue reading

“Tribute to Ichan”, Blue Batik Replica Tampil Ngayogjazz 2013

Blue Batik Replica

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Blue Batik Replica (Pekalongan Jazz Society) diundang untuk tampil di gelaran Ngayogjazz 2013 yang berlangsung pada Sabtu, 16 November 2013 di Desa Wisata Sidoakur, Godean, Sleman, Yogyakarta. Event Ngayogjazz 2013 yang ke 7 (tujuh) ini diadakan dengan tema “RUKUN AGAWE NGEJAZZ”, untuk bersama-sama menuju keharmonisan seperti sebuah orchestra yang meskipun tiap alat musik mengeluarkan bunyi yang berbeda tetapi jika dimainkan bersama dengan harmonis akan menjadi indah dan menimbulkan suasana yang menyenangkan dan menentramkan. Inilah kerukunan dalam musik jazz di mana musik ini mengajarkan bahwa individu-individu adalah bagian dari sebuah komunitas yang lebih besar, bagaimana kita bisa individual tetapi sekaligus komunal.

Continue reading

Memunculkan Kreativitas dan Inovasi Siswa dalam Bermusik

Ensemble Drum Siswa OM-IRS

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Pada Rabu – Minggu tanggal 2 – 6 Oktober 2013, Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate (OM-IRS) mengikuti acara Pameran Inovasi dan Kreativitas di Rumah Jabatan Bakorwil 3 – Kawasan Jetayu Kota Pekalongan – Jawa Tengah. Pameran ini terselenggara dalam rangkaian kegiatan Pekan Batik Internasional (PBI). Untuk tahun 2013 ini tema pameran tersebut adalah “Tidak ada Kemajuan Tanpa Inovasi Tidak ada Inovasi Tanpa Berjejaring”.

Continue reading

Kajen Ada Jazz Lesehan

Practice Concert

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Di seberang Selatan Alun-alun, Pendopo Rumah Dinas Bupati Pekalongan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan melalui Dindikbud Kabupaten Pekalongan bekerjasama dengan Omah Moesik Idang Rasjidi Syndicate telah sukses digelar sebuah event apresiasi musik yang bertajuk Kajen Jazz Lesehan, pada Minggu, 22 September 2013. Workshop and practice concert ini menghadirkan Idang Rasjidi and Friends, salah satu musisi jazz berjiwa entertainer dengan kaliber, pengetahuan dan pengalaman global dalam bermusik, khusunya musik jazz. Acara ini diselenggarakan secara lesehan bernuansa minimalis namun unik karena jazz lesehan ini mempunyai makna sebuah kebersamaan dengan tidak membedakan.

Untuk pertama kalinya, workshop and practice concert musik jazz di Kajen menjadi pilihan untuk didengar (listen),  dirasakan (feel), dimainkan (play) juga dinikmati  bagi masyarakat Kabupaten Pekalongan dengan pertimbangan diantaranya masih langkanya pergelaran musik jazz diselenggarakan di Kabupaten Pekalongan dibanding genre musik yang lain. Selain untuk memberikan spirit dan paradigma baru bagi musisi dan penikmat genre musik yang ada di Kabupaten Pekalongan, secara tidak langsung acara ini juga dimanfaatkan sebagai ajang promosi potensi Kabupaten Pekalongan dimata nasional bahkan juga internasional, hal ini dimungkinkan jika dihubungkan dengan kharisma musik jazz yang mendunia.

Continue reading

PBC goes to Semarang: Sosialisasi Nge-Blues @Jazz in the Mall (JiTM)

Rusfian Santiko Project

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Pekalongan Blues Community (PBC) diundang untuk tampil Nge-Blues dalam gelaran Jazz in the Mall (JiTM) Ciputra Semarang pada Selasa, 27 Agustus 2013. Dalam acara yang diselenggarakan Komunitas Jazz Ngisoringin, penampilan PBC diwakili oleh Rusfian Santiko Project (RSP) yang digawangi personil Ticco Laksana Putra (gitar & keyboard), Yudho Prabowo (bas) dan Swas (drum). Kegiatan semacam ini bisa menjadi penyegar juga membuka mind set pengetahuan bermusik bagi Pekalongan Blues Community (PBC).

Continue reading

Malam 17 agustus 2013, Konser Shine Bright Like a Diamond with Fatin Shidqia Lubis

Fatin feat RSP

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Gadis imut berjilbab, Fatin Shidqia Lubis yang menjadi pemenang X Factor Indonesia 2013 sukses menghibur para fatinistic pada Jumat, 16 Agustus 2013 tepatnya malam 17 Agustus 2013 di Fuschia Ballroom, Hotel Dafam Pekalongan dalam acara yang diselenggarakan oleh Mbatik Enterprise.

Menurut Mbatik Enterprise Nimuk Agustina Dyah Satiti, yang menjadi leader acara tersebut mengungkapkan “ini menjadi konser bertaraf nasional yang pernah pertama kali digelar Mbatik Enterptrise dengan menghadirkan Fatin Shidqia Lubis di kota Batik Pekalongan selama ini. Memang sengaja dihadirkan Fatin untuk memberikan warna baru serta untuk menghibur penggemarnya atau biasa disebut fatinistic, penikmat musik, masyarakat Pekalongan dan sekitarnya. Mengingat yang bersangkutan sedang naik daun sebagai pemenang juara pertama X factor Indonesia 2013 dan artis pendatang baru di tingkat Nasional.”

Continue reading

“Nyekil” itu masih “anak kecil”

Idang Rasjidi

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Suatu pagi di bulan Ramadhan, tepatnya pada Kamis, 11 Juli 2013 pukul 05:30 WIB, saya membaca artikel menarik tentang “Musisi; Menurut Om Idang Rasjidi” di blog Bebunyian @jay_afrisando (jayafrisando.wordpress.com). Hal ini kita bisa berpikir, merasakan dan juga menjadi renungan bagi kita sebagai musisi atau teman-teman yang memiliki hobi di bidang musik.

Menurut beliau, seorang musisi yang baik adalah bukan musisi yang nyekil (memiliki keterampilan motorik yang bagus), tetapi musisi yang mampu memberikan energi pada diri sendiri, orang lain, dan apapun di sekitarnya. Musisi yang baik adalah musisi yang bersifat “memberi.” Beliau juga mengatakan dengan nyleneh bahwa musisi yang cuma nyekil itu masih “anak kecil” alias belum pantas disebut musisi yang baik.

Continue reading

Blue Note Menyentuh Penonton Blues on The Street Pekalongan

Pekalongan Blues Community

Rusfian Santiko

PEKALONGAN, omahmoesik.net – Di sini depan Batik TV ada Blues on The Street bahkan dekat sekali dengan gedung Dewan Kesenian Kota Pekalongan (DKKP), yang diadakan pada minggu, 7 Juli 2013 pukul 19:30 WIB – 23:30 WIB. Ini sebagai wujud nyata dari practice concert dan jam session yang pernah kali pertama diselenggarakan oleh Pekalongan Blues Community (PBC), guna memeriahkan area jetayu yang bisa menjadi pusat hiburan dan kesenian. Salah satu rangkaian kegiatan tersebut adalah edukasi yang diikuti dengan launching “Pekalongan Blues Community”.

Menurut ketua PBC Rusfian Santiko, kegiatan ini diadakan bertujuan memberikan ruang kepada musisi untuk berkembang serta menyajikan edukasi ber-genre musik blues, guna pengembangan kualitas, apresiasi & kreatifitas bermusik di Pekalongan dan sekitarnya.

Continue reading